Dinas
Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan edukasi keamanan pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman
(B2SA) bagi generasi muda yang bertempat di
SMK Negeri 1 Temanggung pada hari Selasa, 15 November
2022. Kegiatan ini diikuti perwakilan
dari SMA/SMK se-Kabupaten Temanggung.
SMA Negeri 2 Temanggung mengirimkan 20 siswa dan 4 orang pengelola
kantin.
Pada kesempatan ini dihadirkan 3 narasumber sebagai pemateri dari Dinas Ketahanan Pangan
Provinsi Jateng. Kegiatan
ini bertujuan untuk mengenalkan pola keamanan pangan
yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) untuk memutus mata rantai
stunting guna mewujudkan generasi yang aktif, sehat dan produktif. Konsumsi
pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) :
1. Beragam artinya pangan yang dikonsumsi berbagai macam, baik hewani maupun nabati, baik sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Setiap jenis/kelompok pangan mempunyai kelebihan atau kekurangan nutrisi/gizi tertentu, sehingga dengan mengkonsumsi pangan yang beragam maka nutrisi/gizi dari berbagai pangan saling menutupi sesuai dengan kebutuhan tubuh kita.
2. Bergizi artinya pangan yang dikonsumsi harus mengandung gizi. Gizi adalah unsur yang ada dalam makanan yang dapat dimanfaatkan langsung oleh tubuh. Manfaat itu antara lain memelihara tubuh serta mengganti jaringan tubuh yang rusak, memproduksi energi, mengatur metabolisme dan mengatur berbagai keseimbangan air, mineral serta cairan tubuh lainnya , sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit.
3. Seimbang artinya pangan yang dikonsumsi harus seimbang dari berbagia jenis/kelompok pangan serta sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Konsumsi pangan dikatakan seimbang tergantung pada umur, jenis kelamin, aktivitas, ukuran tubuh dan keadaan fisiologi. Seimbang disini maksudnya adalah: Seimbang jumlah antar kelompok pangan (pangan pokok, lauk pauk, sayur dan buah), Seimbang jumlah antar waktu (3 kali makan sehari)
4. Aman artinya pangan yang dikonsumsi bebas dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat menganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia baik secara langsung ataupun tidak langsung (jangka panjang).
Edukasi ini mengajak
generasi muda untuk agar tidak
tergantung pada satu komoditas pokok saja dan lebih mengenal menu makanan lokal
dan tradisional. Generasi muda yang
gemar makanan sehat bukan menjadi
generasi junk food yang lebih menyukai makanan cepat saji. Hasil yang diharapkan dari edukasi ini yaitu
penganekaragaman konsumsi pangan dan keamanan mutu pangan. serta sesuai potensi
dan kearifan lokal.