Senin, 21 November 2022 di ruang Lokabakti
Praja Setda Temanggung diadakan diskusi dan peluncuran buku yang berjudul
“Catatan Kuno dari Susundara-Sumwing Kumpulan Prasasti Batu dari Temanggung”. Buku
ini ditulis oleh Goenawan Agoeng Sambodo,S.S. Komunitas Kandang Gudel serta
narasumber Dr. Tjahjono Prasojo MA dari Perkumpulan Ahli Epigrafi Indonesia
Komda DIY dan Dr. Siti Maziyah,M.Hum dari Perkumpulan Ahli Epigrafi Indonesia
Komda Jateng. Dalam acara tersebut dihadiri oleh beberapa komunitas pemerhati
sejarah, guru Sejarah/IPS dari SMA/SMK/SMP se-Kab. Temanggung. Waka Humas Rinna
Dwi Ristiyani, S.Pd.,M.M. mewakili Kepala SMA Negeri 2 Temanggung juga hadir
mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam buku “Catatan Kuno dari Susundara
Sumwing Kumpulan Prasasti Batu dari Temanggung” merupakan salah satu impian
dari Komunitas Kadang Gudel untuk menyediakan buku yang mudah dicari oleh
peminat sejarah khususnya prasasti. Satu hal yang membedakan adalah prasasti
yang berasal dari satu daerah yakni Temanggung. Terdapat cukup banyak prasasti
dari Temanggung baik yang bermedia batu ataupun lempengan logam (tembaga,emas).
Tujuan pokok pengumpulan prasasti dari Temanggung adalah pengecekan,
pendokumentasikan, serta mengalih aksara prasasti yang ada.
Narasumber Dr. Siti Maziyah, M.Hum. mengatakan bahwa
hasil karya Goenawan Agoeng Sambodo, S,S.tentang prasasti yang ditemukan di
Temanggung perlu ditulis nama prasastinya, tahun Saka dan Masehi, tempat
temuan, serta keterangan. Misalnya Nama Prasasti Telahap, tahun Saka 820 dan
tahun Masehi 898, temuan Desa Telahap,serta keterangan permulaan tahun
pemerintahan Balitung. Beliau juga menyimpulkan temuan prasasti Temanggung
telah menjadi bagian dari Kerajaan Mataram Kuno pada akhir abad ke-9.
Prasasti-prasasti ditemukan di Temanggung berasal dari raja-raja sebelum Rakai
Balitung. Acara ditutup oleh moderator tepat pukul 12.10.